Rumah Sakit Ibu dan Anak Buah Hati Pamulang

Kewajiban Orang Tua Pada Anaknya

KEWAJIBAN ORANG TUA PADA ANAK-ANAKNYA

 

2786121588 772de0f604Selama ini yang sering diungkapkan adalah anak yang berbhakti pada orang tua, sedangkan amanah orang tua pada anak-anaknya jarang terungkap. Cukup banyak orang tua yang tidak paham dan tidak melaksanakan kewajibannya sebagai orang tua. Ketika kedua insan menikah mereka terkadang hanya mengetahui kesenangan yang akan didapatnya namun tidak menyadari kewajiban yang harus dipikulnya. Perkawinan di dunia manusia berbeda dengan dunia binatang, di dunia binatang kawin orang tua tidak dikenakan kewajiban apa-apa sedangkan di dunia manusia orang tuanya dikenakan kewajiban agar anaknya harus menjadi anak yang sehat, pintar dan berbudi luhur.

Dalam bahasa Indonesia orang tua dan anak punya dua makna, orang tua (parent) sebagai ayah ibunya anak-anak dan orang tua (old man) sebagai orang yang lebih tua, anak pun demikian, seorang anak (son/daughter) sebagai anak yang lahir dari seorang ibu dan anak (child/children ) sebagai masa ketika masih anak-anak. Yang dimaksud orang tua disini adalahparentsedangkan yg dimaksud anak adalah child/children dan son/daugteryang masih dalam asuhan orang tua.

Menjadikan anak sehat adalah bagaimana anak diberikan asupan yang bergizi agar tumbuh normal dan tidak sering kena penyakit ataupun kematian. Menjadikan anak pintar adalah disekolahkan menempuh pendidikan umum maupun pendidikan agama dan diberikan pengajaran menurut kegemarannya, misalnya sekolah musik piano, olahraga sepakbola, dan lain-lain. Yang paling berat adalah orang tua berkewajiban membimbing dan membekali anak sejak kecil sifat-sifat kemulyaan agar mereka tumbuh menjadi manusia yang beradab, berjiwa besar dan mengerti arti kehidupan. Diharapkan anak-anaknya nanti menjadi anak yang beriman dan berbudi luhur, selalu berbuat kebaikan, menghindari dari perbuatan buruk, dan tegar menghadapi goncangan kehidupan. Tertulis dalam Al Qur’an Wahai anakku, Laksanakanlah shalat dan perintahkanlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). Q.S Luqman : 17.

Banyak orang tua yang egois, ia menuntut kewajiban pada anaknya agar anaknya menuruti kehendak orang tuanya, sementara kewajibannya pada anak diabaikan, mementingkan kepentingannya sendiri, kepentingan anak dikesampingkan. Tidak sedikit kita menemukan orang tua tidak melaksanakan kewajibannya dalam bidang kesehatan, contoh : orang tua yang perokok, berbatang-batang ayahnya merokok, uang yang didapat hanya untuk dirinya, untuk kesehatan anak tidak dibelanjakan, akibatnya anaknya kurang gizi dan sakit-sakitan. Tidak sedikit juga orang tua yang tidak mengutamakan anaknya pintar, contoh : orang tua pedagang, ia tidak mau anaknya sekolah ingin anaknya bisnis saja padahal anak itupintar dan berbakat, biaya juga ada untuk sekolah dari hasil dagang. Akibatnya anak tersebut bodoh dan putus harapan

Seorang doktor filsafat bernama Dorothy Law Nolte, PhD. mengemukakan bahwa anak akan belajar dari kehidupannya dalam puisinya berjudul “Anak Belajar dari Kehidupannya ( Children learn what they live)”. Berikut terjemahan kutipannya :

Jika anak belajar dengan celaan, ia belajar memaki.

Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar kegelisahan

Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri

Jika anak dibesarkan dengan rasa malu, ia belajar merasa bersalah

Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri

Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai

Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar memiliki tujuan

Jika anak dibesarkan dengan kejujuran, ia belajar kebenaran

Jika anak dibesarkan dengan kebajikan dan pengertian, ia belajar menghormati

Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan hidup bahagia

Mengingat anak-anak belum dapat menentukan yang terbaik untuk jalan hidupnya, maka penting adanya bimbingan dan penyuluhan pada anak karena anak akan belajar dari kehidupannya. Contoh : ketika seorang ibu membawa jalan-jalan anaknya melewati sebuah kebun milik orang lain, kemudian anaknya melihat ada buah yang matang dan anaknya meminta buah itu pada ibunya, ibunya berkata “ Ambil saja buah itu, nak”, itu berarti ibu telah menanamkan bibit pada benak anaknya bahwa mengambil punya orang lain atau mencuri itu boleh. Kelak bila anak itu sudah dewasa, maka akan mudah melakukan korup karena bibitnya sudah tertanam. Ketika seorang ayah membawa anaknya ke taman bunga milik umum, dan anaknya bermain-main memetik bunga dan tanaman itu rusak, ayahnya melihat tapi “membiarkan”, itu berarti ayah telah memberi pelajaran pada anaknya bahwa memetik bunga dan merusak tanaman itu boleh. Kelak bila anak itu sudah dewasa akan mudah melanggar hukum.

Ingatlah bahwa anak adalah anugrah yang besar dari Allah yang harus kita syukuri yakni dengan membesarkan dan menunjukan pada mereka jalan kebajikan. Bila anak telah kita bimbing kemudian dia tetap menjadi anak yang tidak berbudi, maka itu sudah menjadi urusan Tuhan, karena hidayah adalah milik-Nya. Berikut ini kutipan dari sebuah lagu yang dipolpulerkan oleh penyanyi Whitney Houston yang melukiskan tentang anak yang berjudul Kasih Yang Terbesar (Greatest love of all). Berikut ini kutipannya :

I believe that children are our future

(Saya percaya bahwa anak-anak adalah masa depan kita).

Teach them well

(Ajarkan mereka kebajikan).

And let them live their way

(Dan biarkan mereka hidup dengan jalannya sendiri).

Show them all the beauty they possess inside

(Tunjukan pada mereka semua keindahan yang mereka miliki).

Give them a sense of pride

(Tumbuhkan rasa kebanggaan dalam diri mereka).

To take it easier, let the children’s laughter

(Tenangkan mereka, biarkan mereka tertawa-tawa).

Remind us how we used to be

(Ingatlah bagaimana kita seperti mereka dulu).

Anak adalah masa depan kita yang akan membawa kita pada kebahagiaan dunia dan akhirat. Namun kadang kita lupa tentang hal tersebut, banyak orang tua yang terlena mengejar keinginannya tanpa peduli pada anak-anaknya. Ayahnya mencari wanita lain, mencari harta sebanyak-banyaknya dan mengejar kedudukan setinggi-tingginya, misalnya sebagai direktur perusahaan, pejabat negara, pemuka agama dan lain-lain, sementara hati dan perasaan anak-anaknya tidak mendapat perhatian. Akhirnya orang tua tidak pernah diingat lagi oleh anaknya apalagi dido’akan. Anak tidak mau lagi dekat orang tua, mencari kesenangan dari orang lain, sebagian dari mereka terjeremus pada jalan yang salah.       

Padahal bila orang tua sangat memberi perhatian pada anak melebihi kepentingan dirinya, anak itu menyelamatkan orang tuanya di akhirat kelak. Rasulullah saw. Pernahbersabda, sebagaimanapenuturanAnas bin Malik ra., “Padaharikiamatkelakdiserulahanak-anakkaum Muslim, ‘Keluarlah kalian darikubur kalian.’ Merekapunkeluardarikuburnya. Lalu, merekadiseru, ‘Masuklahkedalamsurgebersama-sama.’ Merekaberkata, ‘Duhai, Tuhan kami, apakahorangtua kami turutbersama kami?’ HinggapertanyaankeempatkalinyamenjawablahDia, ‘Keduaorangtua kalian bersama kalian.’ Berloncatanlahsetiapanakmenuju ayah-ibunya, memelukdanmenggandengmereka; merekamemasukkanorangtuanyakedalamsurga. Merekalebihmengenal ayah danibumerekapadahariitumelebihipengenalan kalian terhadapanak-anak kalian di rumah kalian.” (Kitab Nuzhah al-Majaliswa Muntakhib an-Nafais, ash-Shufuri, dikeluarkan oleh Abu Nu’aim dari jalanath-Thabrani).

Copyright © 2018 Rumah Sakit Ibu & Anak BUAH HATI       logo ks